Working for yourself, the result should have a positive impact to others

Sertifikasi guru….


Sertifikasi yang telah diperlakukan pada guru menimbulkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah benar sertifikasi bertujuan agar tunjangan profesi buat guru tidak gratis ?
  2. Apa mungkin pns yang bukan guru dapat memperoleh tunjangan itu dengan berbagai cara tentunya ?
  3. Siapa pihak yang paling berhak untuk mengatakan bahwa seorang guru dikatakan memenuhi syarat dan berhak mendapat sertifikat mengajar ? (mohon tidak dianalogikan dengan SIM tuk mengemudi karena sebut saja ngrus SIM satu hari tapi dapat dipakai mengemudi lima tahun).
  4. Kapan waktu yang tepat seorang guru berhak mengajukan diri untuk dinilai portofolionya ? apakah seorang guru pernah diberitahu aturan main ketika ia menjadi pegawai ?
  5. Setelah bersertifikasi seorang guru harus menunggu berapa lama sampai dengan tunjangan profesinya dapat dia terima ?
  6. Berapa tenggang waktu yang pasti bahwa seorang guru dinyatakan lulus sertifikasi sejak portofolio diserahkan ? Karena peserta UAN tingkat SMA aja tahu kapan Ujian..dan kapan pengumuman…kapan menerima Ijazah dst.
  7. Apa benar seorang guru yang berusaha memenuhi gelarnya (“pahlawan tanpa tanda jasa”) harus menjadi seorang guru yang berbohong bertahun-tahun hanya karena dilarang menyebarluaskan kepada pihak lain bahwa dan walalupun tunjangan profesi sudah diterima dan dinikmatinya?
  8. Mengapa pihak Perguruan Tinggi yang dulu meluluskan mahasiswa fakultas keguruaanya dan kemudian menjadi pns( guru) lalu mereka merasa perlu menilai kelayakan guru tadi dalam hal sertifikasi ? Memangnya dulu Perguruan tinggi berbuat apa pada mereka sehingga mereka dikatakan sebagai calon-calon guru dan di ragukan kelayakannya?
  9. Tidak adakah di Endonesia ini hal yang dapat dilakukan dengan jelas aturan permainannya?
  10. Cobalah memperlakukan diri anda sebagai apapun (misal : “pejabat”) harus menjalani fit and proper test sedangkan jabatan yang anda emban tersisa x% dari masa jabatan anda ? Karena ada guru yang merasa tidak ada harapan untuk menikmati tunjangan profesi itu.
  11. Seorang guru yang masa pensiunnya kurang dari 2 tahun, lalu mengikuti sertifikasi lalu dia pensiun dan tunjangan belum sempat dia terima, apakah Pihak assesor akan mengirimkan uang tunjangan itu walalu sudah pensiun ? Kalau tidak …sebenarnya apa yang diinginkan oleh pihak-pihak yang selama ini merasa berhak mengassesori guru-guru di Indonesia ?
  12. Mengapa pengalaman mengajar hanya memperoleh porsi penialain relatif sedikit dibanding total minimal nilai yang harus diperoleh guru agar dikatakan memenuhi syarat dan lolos sertifikasi ?
  13. Siapa atau pihak yang mana yang paling berhak menetapkan memenuhi syarat atau tidaknya seorang guru bersertifikat dan apakah pihak tersebut paling berhak mencairkan atau tidak mencairkan tunjangan profesi itu ?
  14. Mengapa pihak atau lembaga yang berkewajiban mencairkan dana tunjangan sertifikasi menjadi sangat berkuasa untuk mencairkan atau tidak mencairkan, segera atau tidak segera mencairkan sejak syarat administratif dipenuhi oleh seorang guru ? Pertanyaan tersebut dapat diperpendek menjadi : Berapa lama tenggang waktu yang pasti antara pemenuhan syarat administrasi dengan diterimanya tunjangan profesi yang dijanjikan ?
  15. dan masih banyak lagi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: